KETERAMPILAN SENI MEMBATIK

JURUSAN KETERAMPILAN SENI MEMBATIK

SENI MEMBATIK

Juruan Keterampilan Seni Membatik di SLB Negeri Pembina Yogyakarta yang ditujukan bagi peserta didik tunagrahita dan autis merupakan program pendidikan keterampilan yang dirancang secara khusus untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemandirian siswa melalui kegiatan seni batik. Program ini disusun dengan pendekatan yang terstruktur, bertahap, dan individual sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Kegiatan membatik tidak hanya melatih keterampilan motorik halus dan koordinasi tangan-mata, tetapi juga membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, kesabaran, serta rasa percaya diri siswa. Siswa diajarkan proses dasar membatik seperti menggambar pola sederhana, menggunakan canting atau cap, mewarnai kain, hingga tahap pengemasan. Seluruh proses didampingi oleh guru pendamping dengan metode yang menyenangkan, visual, dan komunikatif, agar siswa merasa nyaman dan termotivasi. Salah satu produk batik yang menjadi unggulan rombel ini ialah Batik Umpluk yang sudah mendapatkan sertifikat HAKI atau paten. Pembuatan batik umpluk tersebut menggunakan teknik membatik yang unik dan sederhana, yaitu menggunakan alat cap berupa potongan bambu sebagai media cetak motif pada kain, hal ini dilakukan karena mudah, ramah anak, dan hasilnya tetap memiliki nilai estetika seni batik. Jurusan ini juga bertujuan membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skill) yang aplikatif, yang dapat menjadi dasar untuk aktivitas kewirausahaan sederhana di masa depan. Hasil karya siswa dapat dipamerkan atau dijual sebagai bentuk penghargaan dan dukungan terhadap potensi mereka. Tujuan Program Keterampilan Seni Membatik:
  • Mengembangkan kemampuan motorik halus melalui aktivitas membatik yang terstruktur dan menyenangkan.
  • Meningkatkan kemampuan konsentrasi, fokus, dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas.
  • Menumbuhkan kreativitas dan ekspresi seni melalui kegiatan menggambar dan pewarnaan motif batik.
  • Menanamkan rasa percaya diri dan kepuasan diri, melalui pencapaian hasil karya yang nyata.
  • Mendorong kemandirian dan kesiapan kerja, dengan membekali siswa keterampilan yang dapat dikembangkan untuk usaha sederhana.
  • Melestarikan budaya lokal, melalui pengenalan dan praktik langsung pembuatan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
  • Meningkatkan interaksi sosial dan komunikasi, khususnya bagi peserta didik autis, melalui kerja kelompok dan bimbingan interaktif
Kegiatan di kelas keterampilan seni membatik disusun secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan individu peserta didik tunagrahita dan autis. Pembelajaran dilaksanakan secara praktik langsung dengan pendekatan visual, demonstratif, dan multisensori agar mudah dipahami serta menyenangkan bagi siswa. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
  • Pengenalan alat dan bahan membatik (kain mori, canting, malam, kompor, pewarna, cap, dsb).
  • Mengenal dan menggambar pola sederhana menggunakan pensil atau spidol khusus di atas kain.
  • Pelatihan teknik membatik tulis (penggunaan canting) dan membatik cap.
  • Pewarnaan kain dengan teknik celup atau colet.
  • Proses fiksasi warna dan pelorodan malam.
  • Diskusi sederhana dan refleksi hasil kerja untuk membangun rasa percaya diri dan evaluasi keterampilan.
  • Pameran mini atau kegiatan display karya di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dilakukan dalam suasana yang kondusif dan mendukung kebutuhan siswa, seperti durasi waktu yang fleksibel, pendampingan individual, dan penggunaan media visual atau isyarat. Hasil Produk yang Telah Diciptakan Peserta didik tunagrahita dan autis telah berhasil menciptakan berbagai produk sederhana dan fungsional dari hasil membatik, antara lain:
  • Kain batik motif sederhana hasil karya individu atau kelompok.
  • Taplak meja
  • Tas kain (totebag) dan pouch sederhana dengan kain batik buatan siswa.
  • Batik cap dengan motif khusus yang dirancang bersama guru.
  • Aneka hiasan dinding atau frame batik mini sebagai karya seni dekoratif.
  • Kaos jumputan
  • Sarung batik
  • Syal batik
  • Jilbab batik
Produk-produk ini tidak hanya menjadi media pembelajaran keterampilan, tetapi juga menjadi sarana apresiasi dan pameran karya siswa di berbagai kegiatan sekolah dan komunitas  
Guru Pembimbing
SMPLB

YENI EKAWATI, S.Pd

SMALB

SUAT FATHONAH, S.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts